Bersin, sendawa, dan menguap seringkali kita lakukan di kehidupan
sehari-hari. Hal ini merupakan hal yg lumrah, karena ketiga aktivitas
tersebut memang FITRAH dari manusia (normal dan sehat). Tahukah anda, bahwa Islam mengatur ketiga aktivitas tersebut? Mari kita bahas satu per satu.
1. Bersin
Perihal bersin Rasulullah SAW pernah menjelaskan tentang adab bersin. Berikut Sabda Rosulullah SAW:
Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda:“Jika salah
seorang dari kalian bersin, hendaklah ia mengucapkan ‘Alhamdulillah
(Segala puji bagi ALLOH)’ dan saudaranya atau orang yang bersamanya
mengatakan kepadanya ‘Yarhamukallah (Semoga ALLOH memberikan rahmat-Nya
kepadamu)’. Jika salah seorang mengucapkan ‘Yarhamukallah’, maka orang
yang bersin tersebut hendaklah menjawab ‘Yahdiikumullah wayushlih
baalakum (Semoga ALLOH SWT memberikanmu petunjuk dan memperbaiki
keadaanmu).”
“Sesungguhnya Allah menyukai bersin dan benci terhadap menguap. Maka
apabila ia bersin, hendaklah ia memuji Allah (dengan mengucapkan
‘Alhamdullillah’). Dan merupakan kewajiban bagi setiap muslim yang
mendengarnya untuk mendoakannya. Adapun menguap, maka ia berasal dari
setan. Hendaklah setiap muslim berusaha untuk menahannya sebisa mungkin,
dan apabila mengeluarkan suara ‘ha’, maka saat itu setan
menertawakannya.” (HR Bukhari)
2. Menguap
Menguap dilakukan karena beberapa penyebab, antara lain: mengantuk, gelisah, butuh tambahan oksigen. Islam juga mengatur bagaimana menguap yg ‘baik’.
Dari Abu Hurairah RA, bahwa Rasululloh SAW bersabda:
التَّثَاؤُبُ مِنْ الشَّيْطَانِ فَإِذَا تَثَاءَبَ أَحَدُكُمْ فَلْيَرُدَّهُ مَا اسْتَطَاعَ فَإِنَّ أَحَدَكُمْ إِذَا قَالَ هَا ضَحِكَ الشَّيْطَانُ
“Menguap adalah dari setan, jika salah seorang dari kalian menguap, maka hendaknya ditahan semampu dia, sesungguhnya jika salah seorang dari kalian (ketika menguap) mengatakan (keluar bunyi): ‘hah’, maka setan tertawa.” (HR. Al-Bukhari, Muslim, dan ini lafazh riwayat Al-Bukhari)
Di hadits lain:
التَّثَاؤُبُ فِي الصَّلاةِ مِنْ الشَّيْطَانِ فَإِذَا تَثَاءَبَ أَحَدُكُمْ فَلْيَكْظِمْ مَا اسْتَطَاعَ
“Menguap ketika sholat adalah dari setan, jika salah seorang dari kalian menguap, maka tahanlah semampunya.” (HR Tirmidzi)
Dengan kata lain, Islam menyarankan kita untuk menahan (tidak) menguap. Jika tidak kuat, maka hendaknya menguap dengan menutup mulut dan tidak mengeluarkan bunyi.
3. Sendawa
Penyebabnya bermacam-macam. Usai minum minuman bersoda (carbonat), usai makan/minum, atau usai badan kita dikerok (pijat), dan aktivitas-aktivitas lain.
Sebagian ulama menyebutkan bahwa tidak diketahui dalil yang
menunjukkan disyari’atkannya mengucapkan alhamdulillah setelah
sendawa/gloge’en/ الجشاء padahal sendawa ada di zaman Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam, oleh karena itu yang sesuai dengan sunnah
justru meninggalkannya. Kalau dilakukan kadang-kadang tanpa meyakini itu disyariatkan maka tidak
mengapa, tapi kalau dilakukan terus-menerus maka ini bukan termasuk
sunnah.
Berkata Syeikh Muhammad bin Shalih Al-’Utsaimin rahimahullah:
“Adapun mengucapkan alhamdulillah ketika sendawa maka ini tidak disyari’atkan, karena sendawa -sebagaimana yang dikenal- adalah tabiat manusia, dan nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah bersabda: Jika salah seorang dari kalian sendawa maka hendaklah memuji Allah. Adapun ketika bersin maka beliau bersabda: Jika salah seorang dari kalian bersin maka hendaklah memuji Allah. Dan beliau tidak mengatakan ini pada sendawa. Iya, seandainya seseorang sakit karena tidak bisa sendawa, kemudian dia merasa sekarang bisa sendawa maka dalam keadaan seperti ini memuji Allah, karena ini ini adalah kenikmatan baru” (Liqa Al-Babil Maftuh )
Menurut saya sih, kalo bersendawa mengucapkan "Alhamdulillah" sih sah-sah aja. Justru itu merupakan sebagai rasa syukur atas nikmat dari ALLAH yang telah memberikan rezeki berupa makanan yang halal untuk kita. Semoga kita menjadi orang-orang yang pandai mensyukuri atas nikmat yang diberikan oleh ALLAH SWT. oke gan, semoga postingan artikel ini bermanfaat untuk kita semua. Amin Ya Robbal 'alamin. (Admin)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar