Kamis, 11 Juli 2013

Hal yang Membuat Puasa Sia-Sia

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjNBaqfpLqX68317ANEbqIgQ67RcUPNKwtQcLQ8_YsntMd1o-gjXzygBWBddA_HcbPjrzYToIQEWKokqG5WGLuRhiljwnKPG7HbvjCJue35BGYNiV3dPnyNyIQKjv0ey91oul4tPgJlb6Dp/s320/Puasa.jpg

BERKATA DUSTA (AZ-ZUUR)

Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda : “Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta malah mengamalkannya, maka Allah tidak butuh dari rasa lapar dan haus yang dia tahan.” (H.R. Bukhari)
Apa yang dimaksud dengan Az-Zuur? As-Suyuthi mengatakan bahwa Az-Zuur adalah berkata dusta dan menfitnah (buhtan). Sedangkan mengamalkannya berarti melakukan perbuatan keji yang merupakan konsekuensinya yang telah Allah larang. (Syarh Sunan Ibnu Majah, 1/121, Maktabah Syamilah)

BERKATA LAGHWU (sia-sia) DAN ROFATS (porno)

Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda :“Puasa bukanlah hanya menahan makan dan minum saja. Akan tetapi, puasa adalah dengan menahan diri dari perkataan lagwu dan rofats. Apabila ada seseorang yang mencelamu atau berbuat usil padamu, katakanlah padanya, “Aku sedang puasa, aku sedang puasa.” (H.R. Ibnu Majah dan Hakim)

Apa yang dimaksud dengan Laghwu? Dalam Fathul Bari (3/346), Al-Akhfasy mengatakan : “Laghwu adalah perkataan sia-sia dan semisalnya yang tidak bermanfaat.” Lalu apa yang dimaksudkan dengan Rofats? Dalam Fathul Bari (5/157), Ibnu Hajar mengatakan : "Istilah Rofats digunakan dalam pengertian ‘kiasan untuk hubungan badan’ dan semua perkataan keji.”

MELAKUKAN BERBAGAI MAKSIAT

Jabir bin 'Abdillah memberikan nasehat yang baik “Jika engkau berpuasa maka hendaknya pendengaranmu, penglihatanmu dan lisanmu turut berpuasa dari dusta dan hal-hal haram serta janganlah kamu menyakiti tetangga. Bersikap tenang dan berwibawalah di hari puasamu. Janganlah engkau jadikan hari puasamu dan hari tidak berpuasamu sama saja.” (Lihat Latho'if Al-Ma’arif, 1/168, Asy-Syamilah)

(AshokoBlog TEGAL)

KEUTAMAAN DI BULAN RAMADHAN

Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam bersabda:
“Umatku pada bulan Ramadhan diberi lima keutamaan yang tidak diberikan kepada umat sebelumnya, yaitu :
  1. Bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi ALLAH daripada aroma kasturi.
  2. Para malaikat memohonkan ampunan bagi mereka sampai mereka berbuka.. ALLAH  'Azza Wajalla setiap hari menghiasai Surganya, lalu berfirman (kepada surga): “Hampir tiba saatnya para hambaku yang shalih dibebaskan dari beban dan derita serta mereka menuju kepadamu.”
  3. Pada bulan ini para jin yang jahat diikat sehingga mereka tidak bebas bergerak seperti pada bulan lainnya, dan diberikan kepada umatku ampunan pada akhir malam.”
Rosululloh SAW ditanya: “Wahai Rasulullah apakah malam itu lailatul Qadar..?? Jawab beliau: “Tidak. Namun orang yang beramal tentu diberi balasannya jika menyelesaikan amalnya. (HR. Ahmad)